Workshop Gulijat (Gulung, Lipat, Jumput, & Ikat) Bersama Mahasiswa UPSI Malaysia: Menggali Keindahan Seni Batik Celup

Surabaya, 9 Oktober 2024 – Gedung T3
Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada hari Kamis lalu, 9 Oktober,
menjadi saksi terlaksananya kegiatan Workshop Gulijat (Gulung, Lipat, Jumput,
& Ikat) yang melibatkan tujuh mahasiswa dari Universitas Pendidikan Sultan
Idris (UPSI), Malaysia. Workshop ini diselenggarakan oleh Program Studi S1
Pendidikan Seni Rupa UNESA dengan tujuan untuk memperkenalkan teknik batik
celup atau yang lebih dikenal dengan nama Gulijat, sekaligus mempererat
hubungan budaya antara Indonesia dan Malaysia.
Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan
sambutan hangat dari Supeni Saputri selaku panitia yang juga turut memberikan
penjelasan mengenai praktek teknik Gulijat. Dalam kesempatan tersebut, Supeni
menekankan pentingnya pelestarian seni tradisional serta kontribusi batik
sebagai warisan budaya yang harus dijaga bersama. "Selain mengenalkan
teknik batik celup, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan keindahan
seni yang bisa menghubungkan kedua negara dalam nuansa budaya," ujar
Supeni saat membuka acara.
Setelah pembukaan, kegiatan berlanjut dengan sesi
praktik yang penuh antusiasme. Para peserta workshop dibagi menjadi tiga
kelompok, di mana masing-masing kelompok didampingi oleh satu mahasiswa UPSI
sebagai mentor. Mereka diajak untuk mengenal lebih dalam teknik Gulijat yang
dimulai dengan langkah pertama: membuat motif pada kain menggunakan tali rafia
dan karet untuk mengikat kain dengan berbagai variasi. Teknik ini bertujuan
untuk menciptakan pola yang menarik sebelum dilanjutkan dengan proses pewarnaan.
Setelah motif terbentuk, peserta mulai menerapkan
teknik pewarnaan dengan menggunakan pewarna remasol yang dicelupkan secara
bertahap. Keindahan warna dan pola yang tercipta dari proses ini menambah kesan
artistik pada setiap kain yang dihasilkan. Tak hanya itu, para peserta juga
diajak untuk merasakan bagaimana batik celup tidak hanya sebatas sebuah karya
seni, tetapi juga sebuah bentuk ekspresi budaya yang mendalam.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para
peserta, baik dari mahasiswa Indonesia maupun Malaysia. Shabrina Amelia Evanti,
salah satu mahasiswa S2 Pendidikan Seni Rupa, menyatakan, "Melalui
workshop ini, saya merasa lebih dekat dengan teknik batik celup dan juga
memperdalam pemahaman mengenai keragaman budaya yang ada di Indonesia. Ini
adalah pengalaman yang sangat berharga."
Workshop ini bukan hanya menjadi ajang untuk
belajar, tetapi juga memperkuat jembatan budaya antar dua negara serumpun.
Selain memberikan wawasan baru tentang batik celup, kegiatan ini juga
diharapkan dapat terus membuka peluang kolaborasi di bidang seni antara UNESA
dan UPSI di masa mendatang.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, semangat untuk
melestarikan dan mengenalkan warisan budaya semakin menyala, menciptakan
peluang baru bagi mahasiswa untuk terus mengeksplorasi dan menciptakan karya
seni yang dapat mendunia.
Editor: Syaiful Qadar Basri
News Writer :
https://s1psendratasik.fbs.unesa.ac.id/
https://s2pendsenibudaya.pasca.unesa.id/
https://s3pendidikanseni.fbs.unesa.ac.id/