Tim PKM UNESA Gelar Pelatihan Tari Glipang di Mekah untuk Siswa Indonesia

Tim PKM UNESA Gelar Pelatihan Tari Glipang di Mekah untuk Siswa Indonesia
Mekah, 7 November 2024 — Dalam rangka memperkenalkan dan melestarikan budaya Nusantara di kancah internasional, Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengadakan pelatihan Tari Glipang bagi siswa-siswi Indonesia yang berada di Mekah, Arab Saudi. Kegiatan ini diinisiasi oleh tiga akademisi senior, yaitu Dr. Setyo Yanuartuti, M.Si., Prof. Dr. Anik Juwariyah, M.Si., dan Didik Nurhani, Ph.D., yang berkomitmen untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisional Indonesia kepada generasi muda di luar negeri.
Menghidupkan Tari Tradisional di Negeri
Orang
Tari Glipang, yang berasal dari Probolinggo, Jawa Timur, dikenal sebagai tari tradisional yang menggabungkan unsur seni gerak dengan nilai-nilai keagamaan. Tari ini memiliki sejarah panjang yang mencerminkan percampuran budaya lokal dan pengaruh Islam. Melalui pelatihan ini, Tim PKM UNESA berupaya untuk mengenalkan keindahan dan makna filosofis Tari Glipang, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air kepada para siswa Indonesia di Mekah.

Sambutan Antusias dari Siswa dan Masyarakat
Pelatihan yang berlangsung selama dua minggu
ini mendapat sambutan antusias dari para siswa dan masyarakat Indonesia di
Mekah. Peserta pelatihan tidak hanya diajarkan teknik dasar dan gerakan tari,
tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang latar belakang sejarah dan makna Tari
Glipang. Dr. Setyo Yanuartuti, M.Si., selaku ketua tim pelaksana, menjelaskan
bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari misi memperkenalkan budaya Indonesia
kepada generasi muda di luar negeri, serta memperkuat identitas budaya di tengah
masyarakat diaspora.
"Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi jembatan bagi para siswa Indonesia di Mekah untuk mengenal budaya leluhur mereka, serta menjadi duta budaya yang dapat memperkenalkan kekayaan seni tradisional Indonesia di mancanegara," ujar Dr. Setyo Yanuartuti.

Dukungan dari Pihak Akademisi dan
Pemerintah Setempat
Prof. Dr. Anik Juwariyah, M.Si., turut
menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun jaringan kerja
sama internasional dalam bidang pendidikan seni dan budaya. Beliau menyampaikan
apresiasi kepada pihak sekolah Indonesia di Mekah yang telah mendukung
pelaksanaan pelatihan ini.
"Kami sangat bersyukur atas dukungan
dari sekolah dan masyarakat Indonesia di Mekah. Kegiatan ini diharapkan dapat
membuka peluang untuk kerja sama lanjutan dalam bidang pendidikan seni dan
budaya di kancah internasional," ujar Prof. Anik.
Didik Nurhani, Ph.D., selaku salah satu
anggota tim, juga menekankan pentingnya mengembangkan keterampilan seni sebagai
bagian dari pendidikan karakter bagi siswa-siswi Indonesia di luar negeri.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya mengasah keterampilan tari, tetapi juga
membangun rasa kebanggaan dan cinta terhadap budaya Indonesia.
Menyambut Masa Depan dengan Budaya Lokal
Pelatihan Tari Glipang di Mekah ini diakhiri
dengan pertunjukan kecil yang menampilkan hasil karya para peserta. Penampilan
tersebut disambut hangat oleh komunitas Indonesia di Mekah, yang turut hadir
untuk menyaksikan anak-anak mereka menari dengan penuh semangat.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk
implementasi nyata dari program pengabdian masyarakat yang diusung oleh UNESA
dalam rangka memperluas dampak positif pendidikan dan budaya Indonesia di
kancah internasional. Tim PKM berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi
bagi institusi lain untuk terus memperkenalkan dan melestarikan budaya
tradisional Indonesia di manapun mereka berada.
Dengan semangat pelestarian budaya, pelatihan ini menjadi langkah kecil namun berarti dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda, meski berada jauh dari tanah air.

Editor: Syaiful Qadar Basri
@ipoenkbadhoet
https://s1psendratasik.fbs.unesa.ac.id/
https://s2pendsenibudaya.pasca.unesa.id/
https://s3pendidikanseni.fbs.unesa.ac.id/