Menelusuri Jejak Peradaban Majapahit, Mahasiswa S2 Pendidikan Seni Budaya UNESA Perkuat Wawasan Budaya melalui Studi Ekskursi di Trowulan
berita terkait
- Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Digital: Produk Tesis S2 Pendidikan Seni Budaya FBS UNESA Mengangkat Tari Kiprah Lengger dan Sanggar Langen Kusuma
- Saatnya Naik Level! S2 Pendidikan Seni Budaya UNESA Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2026/2027
- Menelusuri Jejak Peradaban Majapahit, Mahasiswa S2 Pendidikan Seni Budaya UNESA Perkuat Wawasan Budaya melalui Studi Ekskursi di Trowulan
- Mahasiswa S2 Pendidikan Seni Budaya UNESA Magang Asistensi Artikel Ilmiah PKM
- Laporan Kegiatan Magang Mahasiswa S2 Pendidikan Seni Budaya Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya
MOJOKERTO – Upaya memperkuat pemahaman sejarah dan budaya Nusantara terus dilakukan oleh Program Studi S2 Pendidikan Seni Budaya Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Salah satunya melalui kegiatan studi ekskursi yang dilaksanakan di Museum Majapahit Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, pada Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menghubungkan teori akademik dengan pengalaman lapangan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari peninggalan Kerajaan Majapahit melalui referensi dan kajian ilmiah di kelas, tetapi juga berkesempatan mengamati langsung situs arkeologi, artefak bersejarah, serta berbagai bukti material yang merekam kejayaan salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara.
Mengusung semangat “Belajar dari sejarah, mencipta untuk masa depan”, studi ekskursi ini dirancang untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai nilai-nilai budaya yang terkandung dalam warisan Majapahit sekaligus membuka ruang inspirasi bagi pengembangan karya, penelitian, dan inovasi pembelajaran seni budaya.
Setibanya di kawasan Museum Majapahit Trowulan, peserta diajak melakukan eksplorasi berbagai situs peninggalan yang menjadi sumber pembelajaran autentik tentang sejarah dan kebudayaan. Melalui pengamatan langsung terhadap struktur bangunan kuno, relief, arca, hingga artefak yang tersimpan di museum, mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kehidupan masyarakat Majapahit pada masanya.
Kegiatan semakin bermakna dengan hadirnya narasumber, Wicaksono Dwi Nugroho, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai sejarah Kerajaan Majapahit, fungsi dan makna berbagai artefak, serta nilai-nilai budaya yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat modern. Penyampaian materi berlangsung interaktif dan mampu memperkaya perspektif mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung dinamis. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali berbagai informasi terkait peninggalan Majapahit, interpretasi simbol budaya, hingga potensi pemanfaatan warisan sejarah sebagai sumber pembelajaran dan pengembangan karya seni kontemporer.
Melalui pendekatan lintas disiplin, mahasiswa juga melakukan kajian sesuai bidang minat masing-masing. Kelompok Seni Rupa mengamati bentuk visual, ragam hias, relief, dan arca sebagai referensi estetika dan sumber inspirasi kreatif. Kelompok Seni Tari menelaah simbol, gerak, serta nilai budaya yang berkaitan dengan tradisi masyarakat Majapahit. Sementara itu, kelompok Seni Musik mengkaji representasi aktivitas musikal yang tergambar pada berbagai relief peninggalan sebagai upaya memahami perkembangan seni musik pada masa kerajaan tersebut.
Kegiatan studi ekskursi ini memberikan pengalaman belajar kontekstual yang tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga memperkuat kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa. Interaksi langsung dengan sumber-sumber sejarah memungkinkan mahasiswa membangun pemahaman yang lebih kritis terhadap hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam praktik pendidikan seni budaya.
Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dan berbasis pengalaman, Program Studi S2 Pendidikan Seni Budaya UNESA terus mendorong mahasiswa untuk menjadikan warisan budaya Nusantara sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, meneliti, dan mengembangkan inovasi pendidikan. Melalui kegiatan seperti ini, sejarah tidak hanya dipelajari sebagai peristiwa masa lampau, tetapi juga dimaknai sebagai fondasi penting dalam membangun kreativitas dan peradaban masa depan.
Penulis: Syaiful Qadar Basri
Tim Redaksi S2 Pendidikan Seni Budaya FBS UNESA