Komparasi Historis Kurikulum Pendidikan Seni di Indonesia dan Malaysia: Langkah Baru Kolaborasi

Komparasi Historis Kurikulum Pendidikan Seni di Indonesia dan Malaysia: Langkah Baru Kolaborasi

Pada tanggal 11-12 Oktober, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (FBS Unesa) bekerja sama dengan Fakulti Muzik dan Persembahan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), menggelar seminar internasional bertema "Komparasi Historis Kurikulum Pendidikan Seni di Indonesia dan Malaysia." Acara ini berlangsung di kampus UPSI, Malaysia, dan dihadiri oleh akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari kedua negara.
Seminar ini bertujuan membahas perkembangan historis kurikulum pendidikan seni di Indonesia dan Malaysia, serta melihat pengaruh sosial, budaya, dan politik terhadap evolusi kurikulum seni di masing-masing negara dan juga mengeksplorasi persamaan dan perbedaan antara kurikulum pendidikan seni Indonesia dan Malaysia, dengan fokus pada metode pembelajaran, isi kurikulum, serta peran seni dalam membentuk identitas kebangsaan.

Prof. Dr. Drs. Djuli dari FBS Unesa menyoroti
bagaimana Indonesia mengintegrasikan budaya lokal dalam kurikulum seni untuk
memperkuat karakter bangsa. Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Fazli dari UPSI membahas pendekatan Malaysia yang
menekankan pada warisan multikultural sebagai kekuatan kurikulum seni.
Acara ini diharapkan mampu memperkuat kerja sama lintas negara dalam bidang pendidikan seni, serta menginspirasi pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap perubahan global dan nilai-nilai lokal di Asia Tenggara.

Editor: Syaiful Qadar Basri
@ipoenkbadhoet
https://s1psendratasik.fbs.unesa.ac.id/
https://s2pendsenibudaya.pasca.unesa.id/
https://s3pendidikanseni.fbs.unesa.ac.id/