Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Digital: Produk Tesis S2 Pendidikan Seni Budaya FBS UNESA Mengangkat Tari Kiprah Lengger dan Sanggar Langen Kusuma
Dua produk berbasis web
mempertemukan teknologi pembelajaran, pelestarian seni tradisi, dan penguatan
ruang belajar masyarakat dalam satu ekosistem pendidikan seni budaya.
Surabaya — Program
Studi S2 Pendidikan Seni Budaya, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri
Surabaya (UNESA)
Program Studi S2 Pendidikan Seni Budaya FBS UNESA terus
mendorong mahasiswa menghasilkan tesis yang tidak berhenti sebagai naskah
akademik, tetapi diwujudkan menjadi produk pembelajaran yang dapat dimanfaatkan
oleh sekolah, sanggar, pendidik, peserta didik, dan masyarakat. Komitmen
tersebut tampak melalui Multimedia Pembelajaran Interaktif Tari Kiprah Lengger
Probolinggo karya Roosita Dewi Suriasih serta situs pembelajaran Sanggar Seni
Langen Kusuma Blitar yang dikembangkan sebagai ruang informasi, pembelajaran,
dokumentasi, dan layanan seni berbasis digital.
Kedua produk tersebut memperlihatkan apa yang dikembangkan
mahasiswa, siapa pengguna dan pengelolanya, di mana sumber budaya ditempatkan,
serta bagaimana teknologi digunakan untuk memperluas akses belajar. Produk
pertama mengemas materi tari tradisional Probolinggo ke dalam media interaktif
berbasis web. Produk kedua memperkenalkan ekosistem pembelajaran sanggar di
Kabupaten Blitar melalui laman yang menyatukan profil, materi pembelajaran,
galeri, informasi kegiatan, serta layanan kepada masyarakat.
Multimedia Pembelajaran
Interaktif Tari Kiprah Lengger Probolinggo
Nama produk: Multimedia Pembelajaran
Interaktif Tari Kiprah Lengger Probolinggo. Pencipta: Roosita Dewi Suriasih, mahasiswa S2 Pendidikan Seni
Budaya FBS UNESA. Alamat produk: https://roositadewi.github.io/MPI-Tari-Kiprah-Lengger/

Foto 1. Tampilan
awal Multimedia Pembelajaran Interaktif Tari Kiprah Lengger Probolinggo karya
Roosita Dewi Suriasih. Sumber: laman produk.
Multimedia ini dirancang sebagai sumber belajar tari yang
menghadirkan pengalaman lebih kaya daripada bahan ajar teks konvensional.
Melalui tampilan interaktif, pengguna diarahkan untuk mengenali Tari Kiprah
Lengger Probolinggo, memahami latar budaya pertunjukannya, mengamati ragam
gerak, serta mempelajari unsur pendukung seperti tata rias dan busana. Materi
tersebut dapat digunakan sebagai bahan apersepsi, demonstrasi, latihan mandiri,
pengayaan, maupun pendamping kegiatan praktik tari di kelas.
Tari Kiprah Lengger diposisikan bukan sekadar rangkaian
gerak, melainkan bagian dari pengetahuan budaya masyarakat Probolinggo.
Pengemasan dalam bentuk multimedia membantu peserta didik memahami hubungan
antara gerak, karakter pertunjukan, kostum, musik, dan konteks sosial budaya
yang melatarinya. Dengan demikian, pembelajaran tari dapat bergerak dari
kegiatan meniru menuju proses mengalami, memahami, mengapresiasi, dan
merefleksikan nilai budaya yang terkandung di dalam karya.
Penggunaan media berbasis web juga memungkinkan materi
diakses secara berulang melalui perangkat digital. Guru dapat memilih bagian
tertentu sesuai tujuan pembelajaran, sedangkan peserta didik dapat mempelajari
kembali gerak atau materi penunjang berdasarkan kecepatan belajarnya.
Fleksibilitas tersebut memperkuat pembelajaran berdiferensiasi dan memberi
ruang bagi peserta didik untuk membangun pengalaman belajar yang lebih mandiri.
Situs Sanggar Seni Langen
Kusuma Blitar sebagai Ruang Belajar Digital
Nama produk: Situs Sanggar Seni Langen
Kusuma Blitar. Pengembang/pencipta yang
tercantum pada laman publik: Sanggar Seni Langen Kusuma Blitar sebagai
pemilik dan pengelola konten; nama individu mahasiswa pengembang belum
dicantumkan pada halaman publik. Alamat
produk: https://sites.google.com/view/sanggarlangenkusuma/beranda

Foto 2. Halaman “Tentang Sanggar” pada situs Sanggar Seni Langen Kusuma Blitar. Sumber: laman produk.
Situs tersebut mengorganisasi informasi sanggar ke dalam
menu Beranda, Tentang, Pembelajaran, Galeri, Informasi, serta Kontak dan
Layanan. Struktur ini menjadikan laman tidak hanya berfungsi sebagai media
promosi, tetapi juga sebagai ruang belajar dan dokumentasi digital. Pengunjung
dapat memperoleh gambaran tentang profil lembaga, kegiatan pembelajaran, karya
pertunjukan, aktivitas budaya, serta layanan yang disediakan sanggar.
Profil pada laman menjelaskan bahwa Sanggar Seni Langen
Kusuma berdiri pada 17 Oktober 2010 di Dusun Kalipucung, Kabupaten Blitar.
Sanggar menjadi wadah bagi pelaku seni, pencinta budaya, dan generasi muda
untuk melestarikan, mengembangkan, serta menghidupkan kembali nilai budaya
warisan leluhur. Kegiatan yang dijalankan mencakup pelatihan tari, karawitan,
pedalangan, seni pertunjukan, pementasan, festival, dan pengembangan budaya
pada tingkat lokal maupun nasional.
Kehadiran situs memperluas fungsi sanggar dari ruang belajar tatap muka menjadi pusat informasi yang dapat dijangkau masyarakat secara daring. Dokumentasi digital membantu memperkuat keberlanjutan pengetahuan, memperkenalkan program kepada calon peserta didik, serta membuka peluang kolaborasi dengan sekolah, komunitas, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku industri seni pertunjukan.

Foto 3. Konsep
pembelajaran Sanggar Seni Langen Kusuma Blitar yang memadukan praktik studio,
apresiasi dan teori, serta olah tubuh. Sumber:
laman produk.
berorientasi pada penguasaan teknik kepenarian atau wiraga,
kepekaan rasa dan musikalitas atau wirama-wirasa, kemampuan menafsir serta
mengembangkan karya koreografi, dan kesiapan memasuki bidang profesional.
Proses tatap muka dirancang dengan komposisi 70 persen praktik studio, 20
persen apresiasi dan teori, serta 10 persen olah tubuh. Proporsi tersebut
menunjukkan bahwa pembelajaran seni dilaksanakan melalui keseimbangan antara
pengalaman tubuh, pengetahuan artistik, pemaknaan karya, dan kesiapan berkarya.
Pembelajaran praktik diarahkan pada drilling teknik,
asistensi, mentoring gerak, dan latihan fisik. Sementara itu, kegiatan
apresiasi dan teori dilakukan melalui pengamatan karya maestro, diskusi
filosofi atau konsep tari, dan bedah karya. Olah tubuh memberi perhatian pada
perkembangan tubuh, teknik, dan manajemen tubuh peserta didik. Model ini
menegaskan pentingnya proses pembelajaran yang sistematis, berkelanjutan, dan
sesuai dengan karakter pendidikan seni pertunjukan.
Kontribusi terhadap
Pendidikan Seni Budaya
Kedua produk memperlihatkan dua pola hilirisasi penelitian
pendidikan seni. Multimedia Tari Kiprah Lengger berfokus pada transformasi
materi tari menjadi pengalaman belajar interaktif, sedangkan situs Sanggar Seni
Langen Kusuma memperkuat kelembagaan, dokumentasi, pembelajaran, dan jejaring
masyarakat seni. Keduanya sama-sama menjadikan teknologi sebagai sarana untuk
memperluas akses tanpa memisahkan materi dari akar budaya lokalnya.
Dalam konteks kajian pendidikan seni budaya, produk tersebut
mendukung pembelajaran yang mengintegrasikan proses mengalami, mencipta,
mengapresiasi, dan merefleksikan seni. Peserta didik tidak hanya memperoleh
keterampilan teknis, tetapi juga dikenalkan pada identitas budaya, sejarah
lokal, nilai sosial, estetika pertunjukan, serta lingkungan komunitas yang
menjaga keberlanjutan seni tradisi.
Produk berbasis web juga membuka peluang penggunaan lintas
ruang dan waktu. Sekolah dapat memanfaatkannya sebagai bahan ajar pendamping,
sanggar dapat menjadikannya media penguatan program dan dokumentasi, sedangkan
masyarakat dapat mengakses pengetahuan seni secara lebih mudah. Pada tingkat
perguruan tinggi, produk tersebut menjadi contoh bahwa tesis dapat menghasilkan
luaran akademik yang konkret, aplikatif, dan berpotensi memberikan dampak
langsung kepada pengguna.
Penguatan Hilirisasi Produk
Tesis
Program Studi S2 Pendidikan Seni Budaya FBS UNESA
menempatkan pengembangan produk sebagai bagian penting dari penelitian
pendidikan seni. Ketika hasil riset diterjemahkan menjadi media pembelajaran
dan platform digital, pengetahuan akademik menjadi lebih mudah digunakan,
diuji, disebarluaskan, dan dikembangkan bersama pengguna. Proses tersebut
memperkuat hubungan antara kampus, sekolah, sanggar, komunitas budaya, dan
masyarakat.
Ke depan, pengembangan produk digital perlu diikuti dengan
pemutakhiran materi, pengujian pengalaman pengguna, peningkatan aksesibilitas,
pencantuman identitas pencipta secara lengkap, serta dokumentasi hasil
implementasi. Langkah tersebut penting agar produk tidak hanya menarik secara
visual, tetapi juga memiliki kejelasan akademik, kemudahan penggunaan,
keberlanjutan pengelolaan, dan manfaat pembelajaran yang dapat dievaluasi.
Multimedia Pembelajaran Interaktif Tari Kiprah Lengger
Probolinggo dan situs Sanggar Seni Langen Kusuma Blitar menunjukkan bahwa
pendidikan seni budaya mampu merespons perkembangan teknologi tanpa kehilangan
orientasi utamanya, yaitu membangun kepekaan artistik, kreativitas, apresiasi,
karakter, serta kepedulian terhadap keberlanjutan budaya Nusantara.
Akses Produk
Multimedia Pembelajaran Interaktif Tari
Kiprah Lengger Probolinggo: https://roositadewi.github.io/MPI-Tari-Kiprah-Lengger/
Situs Sanggar Seni Langen Kusuma Blitar: https://sites.google.com/view/sanggarlangenkusuma/beranda
Editor: Syaiful Qadar Basri | News Writer: @ipoenkbadhoet |
Sumber konten dan foto: laman produk | Informasi program: S2 Pendidikan Seni
Budaya FBS UNESA